Rahasia Menanam Jambu Biji
Budidaya

[Cepat Berbuah] Menanam Jambu Biji dengan Biji atau Batang

Cara Menanam Jambu Air Dari Biji / Batang (Stek) Agar Cepat Berbuah – cara penanaman Jambu air mesti dikerjakan dari penyeleksian bibit baik dari biji ataupun cara stek/cangkok mesti mengamati kualitas induknya semoga karenanya memuaskan.

Pengenalan Jambu Air

Jambu air ialah salah satu jenis flora yang berasal dari Asia Tenggara dan flora ini termasuk kedalam suku myrtaceae (jambu-jambuan). Karena tumbuhan ini berasal dari Asia Tenggara maka cara penanaman Jambu air ini mampu dikatakan cukup gampang. Terlebih Indonesia ialah salah satu tempat tropis. Oleh alasannya itu, potensi penanaman tanaman ini cukup besar apalagi masyarakatIndonesia juga suka terhadap buah ini selaku makanan untuk disantap. Untuk pembudidayaannya sendiri, masyarakat mampu beraneka ragam dimana mereka mampu melakukannya dimedia seperti pot, pekarangan rumah ataupun dikebun sehingga peluang bisnis untuk buah ini cukup besar.

Klasifikasi Jambu Air

Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Subkelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: myrtaceae
Genus: Syzygium
Spesies: Syzygium aqueum

Morfologi Jambu Air

Berikut ini yakni morfologi / ciri-ciri flora Jambu Air
Morfologi Akar Jambu Air
Akar tunggang (radik primaria). Percabangan akar berukuran kecil.

Morfologi Batang Jambu Air
Batang berkayu, strukturr berpengaruh, tekstur berangasan. Warna batang kecoklatan dan mempunyai bercak coklat. Batang tumbuh tegak meraih 3 – 10m bahkan lebih.

Morfologi Daun Jambu Air
Daun tunggal, berhadapan, bertangkai. Panjang daun 15-20cm, lebar 4-6cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau. Ujung daun tumpul, pangkal daun bulat. Permukaan daun mengkilap.

Morfologi Bunga Jambu Air
Bunga beragam berbentuk malai berwarna kuning keputihan. Terletak di ketiak daun, kelopak berupa corong, ukuran benang sari 3-3.5cm berwarna putih, terdapat > 20 benang sari. Ukuran putik 4-5cm berwarna hijau pucat.

Morfologi Buah Jambu Air
Berbentuk lonceng / kerucut / membulat keatas. Berwarna hijau dikala muda, dan merah saat matang tergantung varietas.

Morfologi Biji Jambu Air
Berbentuk seperti ginjal berwarna putih kecoklatan, diameter 1 – 1.5 cm, dan mempunyai selaput berwarna putih.

Jenis Jambu Biji

Terkait dengan jenis jambu, ternyata ada cukup berbagai yang bisa anda ketahui dari buah-buahan ini. Meskipun bentuknya pada umumnya sama, namun ternyata tanaman ini memiliki jenisnya masing-masing. Adapun beberapa macam jambu air yang sering kita temui dipasaran yakni selaku berikut:

• Jambu air cengkih
• Jambu air madu
• Jambu air kampret
• Jambu air king citra
• Jambu air lilin
• Jambu air king rose
• Jambu air irung petruk
• Jambu air maduran
• Jambu air kancing

Saking banyaknya jenis jambu air, maka tidak jarang masyarakat menyebutnya sebagai jambu air saja. Padahal setiap jenisnya mempunyai cita rasa dan bentuk yang cukup berlawanan. Oleh sebab itu, jikalau anda ingin mengkonsumsi buah ini dengan cita rasa yang yummy, sebaiknya mengenal jenisnya.

Kandungan Nutrisi Jambu Air

Selain manfaat diatas, jambu air juga mempunyai faedah mirip kesehatan mata, menghilangkan bisul, menangkal infeksi kulit, menghalangi osteoporisis, memajukan kesanggupan kognitif dan lain sebagainya. Semua faedah tersebut tentunya disebabkan sebab kandungan-kaandungan nutrisi pada jambu air. Adapun kandungan nutrisi yang bisa kita jumpai pada jambu air yakni selaku berikut.
• Vitamin C
• Vitamin A
• Serat makanan
• Kalsium
• Thiamin
• Niacin
• Besi dan kalium
• Senyawa organik mirip: jambosine, asam betulinic, dan lakton Friedel

Berikut yaitu gambar jambu air banyak sekali jenis

Manfaat jambu air bagi kesehatan

Selain rasanya yang lezat, ternyata buah ini juga mempunyai kandungan yang cukup cantik untuk tubuh kita. Jambu air ternyata mempunyai kandungan gizi dan vitamin yang sungguh bagus untuk kesehatan kita dimana dalam setiap 100 gr buahnya mengandung kilojoule 192 kj. Adapun manfaat yang mampu kita jumpai pada buah ini yaitu selaku berikut.

  • Mengendalikan diabetes alasannya didalam buah ini mengandung jambosine yaitu sejenis alkaloid yang terbukti mampu mengkinversi pati menjadi gula
  • Pencegahan kanker. Hal ini disebabkan pada jambu air didalamnya mengandung senyawa organik aktif dan mengadung vitamin C dan vitamin A yang dikenal selaku pengobatan kanker dan pencegahan yang efektif untuk kanker.
  • Detoksifikasi sebab didalamnya mengandung zat dieuretik yang membantu untuk membersihkan hati dan toksisitas ginjal.
  • Bisa menyehatkan jantung alasannya adalah nutrisi dan serat yang ada didalam jambu air
  • Meningkatkan tata cara kekebalan tubuh.
  • Mencegah kekurangan cairan tubuh
  • Meningkatkan kesuburan pria

Cara menanam jambu air

Pada dasarnya, cara membudidayakan jambu air bisa dilakukan dengan cukup mudah dan kuncinya ialah dengan “trial and error”. Terutama hal ini mampu dikaitkan dengan pada saat proses pemupukan kelak sehabis ditanam. Selain itu, anda juga perlu mengamati media tanam atau lokasi tanam tanaman jambu air alasannya jambu air bisa tumbuh dengan sangat bagus bila ditanam di ketinggian antara 5 – 500 meter dari permukaan laut. Jika ditanam dilokasi yang lebih tinggi maka kesannya akan sangat kurang optimal kalaupun bisa lazimnya akan memerlukan perawatan khusus supaya produktivitasnya memuaskan.

Selain itu, tanaman ini juga menginginkan pencahayaan matahari secara langsung sehingga kalau jarang terkena sinar matahari maka tanaman ini kurang bagus. Untuk lebih jelas bagaimana cara menanam dan merawat tanaman ini, maka berikut ini beberapa hal penting yang wajib diperhatikan selama menanam jambu air.

Pemilihan Bibit

Pembibitan flora jambu air mampu dilakukan dengan 2 cara pembibitan yaitu secara generatif dan vegetatif. Cara generatif sendiri merupakan cara memperbanyak flora dengan memakai biji sedangkan cara vegetatif adalah cara memperbanyak tanaman dengan menggunakan tanaman itu sendiri atau tidak menggunakan biji. Pada proses generatif biasanya akan membutuhkan proses waktu yang usang dan panjang mulai dari pembibitan, penanaman sampai tanaman berbuah. Sedangkan pada cara vegetatif, proses dilaksanakan lebih singkat sebab dikerjakan dengan penyangkokan, okulasi dan penyetekan. Dan pada vegatif juga lebih cepat berbuah alasannya adalah sejatinya pohon telah memiliki umur. Berbeda dengan bibit biji dimana flora belum mempunyai umur sehingga proses hingga berbuah sungguh lama.

Oleh alasannya adalah itu, pola penanaman jambu air dengan bibit vegetatif sangat diusulkan buat anda yang ingin membudidayakan flora ini semoga cepat berbuah. Anda bisa menggunakan media pot ataupun polibag jika menentukan bibit vegetatif. Untuk anda yang menentukan induk vegetatif maka perlu menentukan bibit sebagai berikut.
• Pilih induk yang sudah berusia sekitar 10 – 15 tahun
• Pilih induk yang memiliki kualitas tumbuh anggun, jambu lezat dan lebat

Cara Semai Bibit Jambu Air

  1. Pilih jambu unggulan (yang rasanya cantik, bentuk besar, perkembangan cepat, jumlah besar)
  2. Pilih yang sudah matang agar mampu langsung ditanam
  3. Pisahkan daging dari bijinya
  4. Rendam biji di segelas air higienis (paling lama 1.5 jam), ambil biji yang tenggelam, dan buang yang terbang.
  5. Keringkan dibawah terik matahari
  6. Sediakan pollybag / pot yang telah diisi di media tanam (mampu beli di toko tanaman). Media tanam ialah adonan kompos, tanah, dan arang sekam..
  7. Tanam biji tersebut dan siram 2x sehari pagi dan sore supaya tanah tetap lembab
  8. Usahakan tidak terkena air hujan eksklusif.
  9. Setelah 3 bulan bibit dapat di pidahkan di lahan pekarangan / kebun

Menanam di Pekarangan atau Pot

Setelah menentukan bibit unggulan, dan semai maka selanjutnya yakni memilih kawasan/ lokasi penanaman. Anda mampu menanam tumbuhan ini di pot ataupun dipekarangan. Apabila anda ingin menanam dipot/ polibag maka sebaiknya anda membuat lubang tanam diakhir animo kemarau/ kering. Akan tetapi, bila kalian ingin membudidayakan jambu air secara besar-besaran maka mampu dilakukan dipekarangan. Atau anda juga mampu mengkombinasikan keduanya dimana anda bisa menanam jambu air dipot dan sesudah itu ditaruh dipekarangan.

Mengolah tanah

Proses berikutnya setelah anda mempunyai media dan lokasi tanam, maka selanjutnya ialah pembuatan tanah untuk kesuburan tanaman. Disini, anda juga perlu memperhatikan jarak tanam setiap tumbuhan sebab jarak sungguh mempengaruhi perkembangan tumbuhan nantinya. Oleh alasannya itu, agar hasilnya lebih baik sebaiknya penanaman bibit jambu air diatur dengan jarak sekitar 8 x 8 meter agar daun bisa lega dan tidak saling tindih.
Setelah itu, anda mampu membuat lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dan biarkan lubang tersebut terbuka selama 2 – 3 hari dan anda mampu menambahkan pupuk kandang untuk pupuk dasarnya. Setelah itu, anda cuma perlu menanam bibit dilubang tersebut dan tutupi dengan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos dan selanjutnya mampu disiram. Atau Anda juga mampu memindahkan bibit yang telah disemai sebelumnya ketika berumur 3 bulan. Jika menggunakan pot, gunakanlah pot dengan ukuran yang pas dengan diameter sekitar 50 cm supaya flora tumbuh subur dan berbuah cepat.

Kebutuhan air dan sinar matahari

Terkait dengan kebutuhan air dan sinar matahari, jikalau anda menanam flora ini pada isu terkini kemarau maka keperluan air diperlukan lebih banyak. Anda bisa melaksanakan penyiraman pada pagi dan sore. Sedangkan pada demam isu penghujan, anda juga perlu memperhatikan pohon agar tidak terlalu banyak tergenang air alasannya terlampau banyak air juga tidak manis untuk pertumbuhan flora. Sedangkan dengan keperluan matahari, tanaman ini memang mengharapkan pencahayaan matahari secara langsung dengan intensitas sekitar 40 – 80 persen dalam sehari. Adapun suhu maksimal untuk kemajuan flora ini sekitar 10 – 28 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 50 – 80 %.

Pemupukan yang bagus untuk Jambu Air

Setelah tumbuhan telah ditanam, maka kiat menanam jambu air selanjutnya adalah pemupukan. Pemupukan sangat penting sebab jikalau flora tidak mendapatkan pupuk maka tumbuhan tidak akan menerima pertumbuhan pohon yang maksimal. Pemupukan ini sendiri sangat penting dilakukan sesudah penanaman benih. Namun pemupukan juga perlu dilakukan minimal 3 bulan sekali dalam setahun. Pemupukannya juga dilaksanakan disekeliling pohon dengan radius kurang dari 1 meter dengan jumlah pupuk yang cukup.
Lakukan juga pemupukan secara terencana dan bila pohon sedang berbuah, maka semestinya anda melakukan pemupukan 2 kali seminggu dan 1 kali seminggu kalau tidak berbuah. Adapun pupuk yang sering diberikan untuk tanaman ini sendiri yakni KCL dan TSP atau jikalau anda menggunakan pupuk alami maka mampu memakai pupuk npk dan pupuk sangkar.

Hama dan penyakit

Jika telah dipupuk, cara penanaman Jambu air berikutnya adalah mempelajari hama dan penyakit pada flora. Hama yang sering menyerang tumbuhan jambu air sendiri lazimnya yakni ulat dan kutu perisai. Sedangkan penyakit yang sering menyerang ialah antraknosa yang ditandai dengan hadirnya bercak-bercak coklat yang mengakibatkan buah gampang jatuh. Selain itu, penyakit embun jelaga yang disebabkan oleh capnodium sp yang mana penyakit ini menyebabkan permukaan daun tertutup oleh lapisan yang berwarna hitam.

Cara menangani hama dan penyakit

Adapun jikalau hama dan penyakit tersebut menyerang tumbuhan jambu air anda, maka anda harus eksklusif membasmi penyakit serta hama. Jika hama tersebut yakni ulat, maka anda mampu melakukan penyemprotan pestisida. Akan tetapi, bila yang menyerang yaitu kutu perisai maka anda mampu memberikan musuh alami mirip kepik. Dengan meletakkan kepik, maka kutu-kutu tersebut akan dikonsumsi oleh kepik. Selain itu, hama kutu perisai ini sendiri biasanya akan hilang dengan sendirinya dimusim penghujan alasannya adalah serangan beragam cendawan.

Adapun bila penyakit mirip antraknosa menyerang tanaman, maka anda mampu mengendalikannya dengan cara memotong dan memusnahkan bab tanaman yang terserang penyakit. Selain itu, anda juga mampu menyemprotkan fungisida mirip Dithan M-45 atau Vitigran blue. Sedangkan jika penyakitnya ialah embun jelaga, anda mampu melakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh kutu daun serta memotong dan memusnahkannya pada bagian flora yang terjangkit untuk menangkal penyakit tersebut menyebar.

Cara memanen Jambu Air

Jika anda sudah melakukan perawatan, maka jika jambu air telah mulai berbunga maka tinggal sedikit lagi anda akan memanen jambu air yang sudah anda budidayakan. Perlu anda ketahui kiat pembudidayaan tumbuhan jambu air dikala panen ialah mengamati hama sekitar. Hal itu disebabkan karena kalau tumbuhan telah mulai berbuah, maka hama mirip lalat buah. Lalat ini sendiri biasanya akan menyerang bunga dikala berumur sekitar 15 hari dan karenanya bunga akan gugur atau buah jambu air menjadi busuk. Tentunya anda tak inginkan jambu air anda gagal panen?

Oleh alasannya itu, untuk menghindari persoalan ini, maka anda bisa melaksanakan pembungkusan pada bunga untuk menangkal lalat buah masuk. Akan namun, bila bunga tersebut sudah terjangkit maka penanganan mirip fungsida dan insektisida mampu anda lakukan seperlunya. Terkait dengan masa panen, jambu air sendiri lazimnya akan berbuah 2 kali dalam setahun. Panen ini sendiri bisa dilakukan bila buahnya sudah matang dan matangnya jambu air ini bisa dilihat dari ukurannya yang lebih besar dan warnanya. Proses pemanenan ini mampu dijalankan dengan cara dipetik .

Baca juga: [Update] Panduan Budidaya Jamur Kancing Untuk Pemula

Menyimpan hasil Penen Jambu Air dan Lama Simpan

Setelah dipetik, maka anda perlu menyimpan jambu air tersebut sebelum diantarke pasar. Jika anda ingin mendistribusikan jambu air tersebut, maka simpanlah jambu air ditempat yang cuek dan sejuk. Jangan simpan disuhu yang panas alasannya adalah bisa membuat buah layu.

Cara memelihara pohon jambu air yang telah berkembang

Pemeliharaan jambu air ini sendiri mampu dikatakan cukup simpel karena flora ini merupakan berasal Asia Tenggara sehingga bila anda menanamnya anda tidak butuhmerawatnya secara ribet. Untuk pemeliharaan sehabis tumbuh sendiri anda hanya perlu melaksanakan beberapa hal sebagai berikut:
• Lakukanlah penyiraman saban hari dan dilaksanakan sebanyak 1 – 2 kali terutama saat ekspresi dominan kemarau
• Perhatikan juga keadaan gulma pada sekitar flora sehingga anda bisa melakukan penyiangan dengan baik
• Lakukanlah pemupukan setiap 3 bulan dengan urea, SP-36 dan KCI sebanyak 2:1
• Lakukan juga penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis yang telah disarankan
• Membuka sungup kalau cuaca cerah secara berangsur-angsur supaya mampu beradaptasi dengan lingkungan kebun.

Berapa Lama Pohon Jambu Air mampu Hidup

Pada umumnya, kalau anda melakukan penanaman menggunakan bibit biji, flora bisa dipanen bila sudah berusia sekitar 2 – 4 tahun. Adapun masa hidup pohon jambu ini bisa mencapai puluhan tahun. Hal itu bisa tergantung dari cara penanaman pohon jambu anda. Jika anda melakukan penanaman dengan baik dan selalu dirawat dengan baik pula, maka pohon ini bisa bertahan hidup lebih lama walaupun kian usang buah akan kian menyusut berbuah.

Cara mengambil alih flora jambu air lama dengan jambu air baru

Apabila jambu air yang berkualitas anda sudah memasuki umur yang sudah bau tanah, pasti buahnya akan berkurang. Oleh alasannya itu, untuk menanggulangi hal tersebut, maka anda mampu mengganti flora yang usang dengan baru dengan cara stek ataupun mencangkok. Untuk menggantinya, anda bisa menebang pohon dan lalu tanam benih baru yang sudah siap untuk ditanam.

Cara stek/ Cangkok

Adapun kalau anda ingin melaksanakan stek pada pohon jambu, maka bisa melaksanakan dengan cara selaku berikut:
• Lakukanlah pemilihan induk tanaman jambu air selaku bahan bibit
• Pilih, persiapkan dan tanam bahan stek pucuk. Pada tahap ini, kalian perlu menggunakan pucuk daun yang masih berwarna hijau. Potonglah cabang atau pucuk dengan panjang sekitar 2 – 3 cm dan sisakan 2 helai daun saja.
• Setelah itu, transplanting tanaman
• Pindah hasil transplanting ke lapangan
• Lakukan pemeliharaan

Sedangkan kalau anda ingin melakukan pencangkokan, maka berikut ini langkah-langkahnya
• Pillihlah cabang pada tanaman induk yang mempunyai pertumbuhan baik, tidak terlampau besar, tidak terlalu tua dan lurus.

• Setelah itu, kerat/ sayat bagian pangkal cabang yang telah dipilih secara melingkar dengan cara keretan sekitar 3 cm hingga 5 cm
• Setelah dikerat, ikatlah pembalut mampu dari serabut kelapa atau plastik
• Selanjutnya masukkan media tanam yaitu tanah yang diaduk dengan pupuk sangkar.
• Jika telah dimasukkan media tanam tersebut, maka ikatlah kembali pembalut bagian atas.
• Apabila akar telah keluar, maka potonglah cabang pohon induk dan sehabis itu ditanam.

Menanam bibit dari Biji jambu air

Namun, jikalau anda ingin menanam jambu air dengan menggunakan biji maka cara membudidayakan flora jambu tersebut bisa dikerjakan dengan cara selaku berikut.
• Pilihlah biji yang berasal dari tumbuhan jenis unggul
• Tanaman tersebut sudah berumur lebih dari 15 tahun
• Produktif dan produksinya stabil
• Biji berasal dari buah masak yang besarnya normal dan mulus
• Setelah itu, biji dikeringkan selama 1 – 3 hari ditempat yang teduh.
• Persiapkan media tanam untuk disemai
Demikianlah beberapa cara penanaman Jambu air yang bisa kalian lakukan untuk mendapatkan hasil panen yang melimpah dan memuaskan.

Incoming search terms:

  • cara menanam jambu biji cepat tumbuh dan berbuah
  • berapa lama jambuair berbuah bibit dari biji
  • posisi menanam biji jambu madu
  • menanam jambu biji dari bijinya cepat berbuah
  • Membuat bibit jambu yg baik
  • Lama tumbuh stek jambu krikil
  • Cara menanam jambu biji dari stek batang
  • Cara menanam jambu air
  • Cara budi daya tanam jambu biji cepat buah
  • bisakah tanaman dari biji berbuah

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *